Karangmojo (9/6) Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kab. Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika Dan Prekusor Narkotika (P4GN) di Kalurahan Bendungan Kapanewon Karangmojo yang diikuti oleh 40 peserta dari unsur Perangkat Kalurahan, Tokoh Masyarakat, Generasi Muda. Turut hadir Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Henrica Kusni Sumaryanti, SH dan narasumber dari BNNP DIY Dyah Wulandari Setyarini, SIP dan dari Pondok Rehabilitasi Elkana Ferry Harjanti.
Sambutan Carik Kalurahan Bendungan Ermina Palevi mengucapkan terima kasih atas kegiatan dari Badan Kesbangpol di Kalurahan Bandungan. Dengan harapan adanya sosialisasi P4GN dapat bermanfaat bagi peserta. Bagi yang belum mengenal bahaya penyalahgunaan Narkotika dapat lebih memahami. Dilanjutkan sambutan dari Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Henrica Kusni Sumaryanti, SH beliau menyampaikan mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta sosialisasi P4GN di Kalurahan Bendungan. Dengan harapan adanya sosialisasi peserta lebih memahami dampak dari Narkotika dan tidak terjerumus dalam dunia gelap Narkotika.
Dyah Wulandari Setyarini, SIP narasumber pertama menyampaikan keadaan geografis Indonesia yang terbuka menyebabkan Narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Penyelahgunaan Narkoba di Indonesia makin marak dengan isu penyalahgunaan Narkoba, mengharuskan pemerintah dan masyarakat untuk memahami bagaimana cara meningkatkan ketahanan diri dorongan atau pengaruh penyalahgunaan Narkoba.Dengan harapan adanya sosialisasi tentang bahanya Narkoba bisa menekan penyebaran atau penyalahgunaan Narkoba. Dilanjutkan narasumber dari Pondok Rehabilitasi Elkana Ferry Harjanti beliau menyampaikan Institusi Pondok Pemulihan Elkana berada dibawah naungan Yayasan Pondok Elkana. Visi menjangkau, mendidik memulihkan korban/penyalahgunaan Napza. Misi Memberikan wawasan generasi muda dan keluarga tentang dampak dan bahaya Narkoba, melayani dengan konsep kekeluargaan. Pondok rehabilitasi Elkana menerima pasien dari berbagai daerah ada yang rawat jalan dan rawat inap. Untuk pembiayaan menggunakan sistem subsidi silang.